Tampilkan postingan dengan label Health. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Health. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Oktober 2011

Formalin












































<<< BACK

BORAX


Satu lagi bahan yang mendapatkan perlakuan tidak adil dari kita. Sama halnya seperti formalin, keberadaan borax sebenarnya sangat dibutuhkan oleh industri-industri yang tepat. Tetapi sekali lagi, manusia memiliki kecerdasan yang jika tidak diimbangi dengan hati nurani, maka yang dihasilkan adalah..kerusakan :) 

Borax biasanya digunakan sebagai bahan pembersih, pengawet kayu , antiseptic kayu. namun ia sering disalah gunakan sebagai pengenyal dan perenyah pada makanan. Makanan yang mengandung pengenyal, sewaktu dimakan terasa terlalu kenyal, atau terkadang terasa terlalu membal. Untuk kerupuk terasa sedikit getir dan renyah

AKIBAT PENGGUNAAN BORAKS BAGI KESEHATAN
Pada penggunaan yang berulang-ulang akan terjadi penimbunan pada otak, hati dan jaringan lemak.

GEJALA KERACUNAN YANG TIMBUL :

• Badan rasa tidak enak (malaise)
• Mual
• Nyeri hebat pada perut bagian atas (epigastric)
• Pendarahan gastro-enteritis disertai muntah darah, Diare, Lemah, Mengantuk, Demam, Sakit kepala

Bila tertelan dalam dosis kecil dan berulang-ulang, dapat menimbulkan :
1. Hilangnya nafsu makan 
2. Turunnya berat badan
3. Iritasi ringan disertai gangguan pencernaan
4. Kulit ruam dan merah-merah, dengan bibir pecah-pecah
5. Kulit kering
6. Lidah merah
7. Radang selaput mata
8. anemia
9. luka pada ginjal
10. Kejang-kejang

Hmm..saya sendiri tidak akan tahu dengan benar bahaya nya jika tidak membaca banyak sumber. namun karena sekarang kita sudah tahu, berarti sudah menjadi tanggung jawab kita untuk sebisa mungkin melindungi keluarga kita dari mengonsumsi borax dengan semakin selektif membeli produk makanan diluar. Betuull..? ^^ Soo.. Lets back to nature!!
Bakso Sehat Arfan 588, salah satunyaaa... ,,^__^,,




<<< BACK

BAHAN PEWARNA SINTETIK

Bahan pemutih dan pewarna yang saat ini sering digunakan sebagai bahan pencerah warna makanan sekaligus pengawet adalah zat yang  berbahaya untuk dikonsumsi seperti Zat pewarna merah Rhodamin B dan Metanil Yellow (pewarna kuning). Mengonsumsi makanan yang mengandung pemutih atau pewarna sinterik lain dapat menyebabkan gangguan pernapasan, pencernaan, keracunan pada sistem kerja otak, penumpukan racun pada ginjal dann hati dan kelainan pada warna air seni. Dosen Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor (IPB), Eddy Setyo Mudjajanto mengatakan, hasil penelitian yang dilakukannya menemukan banyak penggunaan zat pewarna Rhodamin B dan Metanil Yellow pada produk makanan industri rumah tangga. Rhodamin B sebenarnya adalah bahan kimia yang digunakan untuk pewarna merah pada industri tekstil dan plastik. Untuk makanan, Rhodamin B dan Metanil Yellow sering dipakai mewarnai kerupuk, makanan ringan, terasi, kembang gula, sirup, biskuit, sosis, makaroni goreng, minuman ringan, cendol, manisan, gipang, dan ikan asap. 

Makanan yang diberi zat pewarna ini biasanya berwarna lebih terang dan memiliki rasa agak pahit. ”Manisan mangga yang ada di pinggir jalan dan tahu kuning sebagian juga memakai Metanil Yellow,” kata Eddy. Kelebihan dosis Rhodamin B dan Metanil Yellow bisa menyebabkan kanker, keracunan, iritasi paru-paru, mata, tenggorokan, hidung, dan usus. Sebenarnya, pewarna merah yang masuk kategori Bahan Tambahan Pangan (BTP) adalah Ponceau 4 R (70 mg/l untuk minuman ringan) dan merah allura 300 mg/kg makanan.
Kedua pewarna ini harganya jauh lebih murah dibandingkan zat pewarna yang masuk kategori Food Grade (aman untuk dikonsumsi). Selain Rhodamin B dan Metanil Yellow, konsumen juga perlu waspada dengan pemakaian bahan kimia lain. Pasalnya, hasil kajian terhadap penelitian yang dilakukan di Indonesia, ada beberapa kasus penyalahgunaan bahan kimia yang dicampurkan dalam bahan makanan. Bahan kimia yang sering disalahgunakan pemakaiannya adalah asam  borat (borak), asam salisilat (aspirin), Dietilpirokarbonat (DEP), Kalium Bromat, Kalium Klorat, Brominated Vegetable Oil (BVO), dan Kloramfenikol. http://www.scribd.com/doc/3116484/Waspadai-Bahan-Kimia-Lain-dalam-Makanan

Waaww..saya juga masih mengonsumsi beberapa makanan diatas sepertinya, hehe. terutama cendol dan kerupuk! Yumm..hehe. Lalu gimana dong yah caranya supaya kita terhindar dari bahaya zat-zat ini? mungkin kita bisa meminimalisasi konsumsi makanan yang kita curigai mengandung pewarna yah.. Dan perlahan-lahan mencari alternatif lain yang lebih aman! dan untuk para keluarga pencinta bakso, bakso sehat Arfan 588 adalah solusinya! ^^






<<< BACK